<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Every Second Counts</title>
	<atom:link href="http://menujukematian.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://menujukematian.wordpress.com</link>
	<description>mari bersiap, agar bisa menerima kedatangannya dengan rela hati</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 May 2008 08:52:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='menujukematian.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Every Second Counts</title>
		<link>http://menujukematian.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://menujukematian.wordpress.com/osd.xml" title="Every Second Counts" />
	<atom:link rel='hub' href='http://menujukematian.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pengalaman Mati Suri (Near Death Experience), untuk Mengingatkan Kita</title>
		<link>http://menujukematian.wordpress.com/2008/05/26/mati-suri-near-death-experience-untuk-mengingatkan-kita/</link>
		<comments>http://menujukematian.wordpress.com/2008/05/26/mati-suri-near-death-experience-untuk-mengingatkan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 08:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>menujukematian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menujukematian.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Allah memperingatkan kita dengan berbagai cara. Salah satunya adalah melalui mati suri (near death experience). Seharusnya kita semua bisa mengambil hikmahnya. Berikut adalah pengalaman mati suri yang beredar di milis. Semoga bermanfaat. Kesaksian Warga Bengkalis yang Mati Suri dalam Temu Alumni ESQ 'Menyaksikan Orang Disiksa dan Ingin Kembali ke Dunia'. Pengalaman mati suri seperti yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menujukematian.wordpress.com&amp;blog=2932666&amp;post=12&amp;subd=menujukematian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Allah memperingatkan kita dengan berbagai cara. Salah satunya adalah melalui mati suri (</em><em>near death experience). Seharusnya kita semua bisa mengambil hikmahnya. Berikut adalah pengalaman mati suri yang beredar di milis. Semoga bermanfaat.</em></strong></p>
<p><tt><span style="font-family:Arial;color:#333333;font-size:medium;"><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;color:#333333;">Kesaksian Warga Bengkalis yang Mati Suri dalam Temu Alumni ESQ 'Menyaksikan Orang Disiksa dan Ingin Kembali ke Dunia'.</span></span></tt></p>
<p><tt><span style="font-family:Arial;color:#333333;font-size:medium;"><span style="font-size:13pt;font-family:Arial;color:#333333;"></span></span></tt></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pengalaman mati suri seperti yang dialami Aslina, telah pula dirasakan banyak orang. Seorang peneliti dan meraih gelar doktor filsafat dari Universitas Virginia Dr Raymond A Moody pernah meneliti fenomena ini. Hasilnya orang mati suri rata-rata memiliki pengalaman yang hampir sama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Catatan ini dilengkapi pula dengan penjelasan instruktur ESQ Legisan Sugimin yang mengutip Al-Quran yang menjelaskan orang yang mati itu ingin dikembalikan ke dunia, serta penelusuran melalui internet tentang Dr Raymond. Bagi pembaca yang ingin mengetahui perihal Dr Raymond dapat membuka situs www.lifeafterlife.com dan hasil penelitian Raymond tentang mati suri dapat dibaca di buku Life After Life.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Aslina adalah warga Bengkalis yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itu memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri. Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam Effendi memberikan penjelasan pembuka. Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telah yatim. Sejak kecil cobaan telah datang pada dirinya. Pada umur tujuh tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua kali operasi. Menjelang usia SMA ia termakan racun. Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid). <span> </span>Gondok tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya. Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas gondoknya di Rumah Sakit Mahkota Medical Center (MMC) Melaka Malaysia. Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa dioperasi. &#8221;Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,&#8217; &#8216; jelas Rustam. Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat. Namun kondisinya tetap lemah. Malamnya Aslina gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa Aslina kembali ke Mahkota sekitar pukul 12 malam itu. Ia dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD), saat itu detak jantungnya dan napasnya sesak.Lalu ia dibawa ke luar UGD masuk ke ruang perawatan. &#8221;Aslina seperti orang ombak (menjelang sakratulmaut, red). Lalu saya ajarkan kalimat thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalam pandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir, &#8221; ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslina memberikan kesaksiaanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8221;Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni kubur,&#8221; begitu ia mengawali kesaksiaanya setelah meminta seluruh hadirin yang memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebut membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia juga menasehati jamaah untuk memantapkan iman, amal dan ketakwaan sebelum mati datang. &#8221;Saya telah merasakan mati,&#8221; ujar anak yatim itu. Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu sakit mati itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging, dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi. &#8221;Terasa malaikat mencabut (nyawa, red) dari kaki kanan saya,&#8221; tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah. &#8221;Saat di ujung napas, saya berzikir,&#8221; ujarnya. &#8221;Sungguh sakitnya, Pak, Bu,&#8221; ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ Pekanbaru.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga melihat jasadnya yang terbujur. Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan Assalaimualaikum kepada ruh Aslina. &#8221;Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,&#8221; ujar Aslina mencerita pengalaman matinya. Lalu malaikat itu bertanya: &#8221;siapa Tuhanmu, apa agamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu.&#8221; Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar. Lalu ia dibawa ke alam barzah. &#8221;Tak ada teman kecuali amal,&#8221; tambah Aslina yang Ahad malam itu berpakaian serba hijau.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam itu ia tampil memberikan kesaksian bagaikan seorang muballighah. Di alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang mukanya berkudis,badan berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari orang tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Aslina melanjutkan. &#8221;Bapak, Ibu, ingatlah mati,&#8221; sekali lagi ia mengajak hadirin untuk bertaubat dan beramal sebelum ajal menjemput. Di alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh dua orang malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan &#8221;Ayah&#8221;. &#8221;Wahai ayah bisakah saya bertemu dengan ayah saya,&#8221; tanyanya. Lalu muncullah satu sosok. Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara 17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia 65 tahun. Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya dan berkata: &#8221;Wahai ayah, janji saya telah sampai.&#8221; Mendengar itu ayah saya saya menangis. Lalu ayahnya berkata kepada Aslina. &#8221;Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu. &#8221; ruh Aslina pun menjawab. &#8221;Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai&#8221;.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada hadirin bahwa alam barzah dan akhirat itu benar-benar ada. &#8221;Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,&#8221; ujarnya bak seorang pendakwah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk. Lalu dua malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dibawa kursi yang empuk dan didudukkan di kursi tersebut, disebelahnya terdapat seorang perempuan yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu. &#8221;Siapa kamu?&#8221; lalu perempuan itu menjawab.&#8221;Akulah (amal) kamu.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalan menelurusi lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa. Di sana ia melihat seorang laki-laki yang memikul besi seberat 500 ton, tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan baunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepada amalnya. &#8221;Siapa manusia ini?&#8221; Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia tersebut tidak pernah shalat. Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina. Tampak juga orang saling bunuh, manusia itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan, setiap tusukan terdapat 80 mata pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran darah, orang tersebut menjerit dan tidak ada yang menolongnya. Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dan dijawab orang tersebut adalah orang juga suka membunuh. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu dibunuh. Orang tersebut adalah anak yang durhaka dan tidak mau memelihara orang tuanya ketika di dunia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh Aslina di malam yang gelap, kelam dan sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang ada disisinya tak tampak. Tiba-tiba muncul suara orang mengucap : Subnallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar. Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya. Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99 butir.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang sisi-sisinya mengeluarkan cahaya, di belakang tepak itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat batangan emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut adalah husnul khatimah. (Husnul khatimah secara literlek berarti akhir yang baik. Yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat baik,red).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan azan seperti azan di Mekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya. &#8221;Saya mau shalat.&#8221; Lalu dua malaikat yang memimpinnya melepaskan tangan ruh Aslina. &#8221;Saya pun bertayamum, saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,&#8221; ungkap Aslina. Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan pula kepada ruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut batangan-batangan emas di dalam tepak &#8221;husnul khatimah&#8221; itu mengeluarkan cahaya terang. Berikutnya ia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil. Cahaya itu pun bicara kepada ruh Aslina. &#8221;Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan Allah.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad berkumpul di satu lapangan yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia itu berkata. &#8221;Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya Allah.&#8221; Manusia-manusia itu juga memohon. &#8221;Tolong kembalikan aku ke dunia, aku mau beramal.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang dilihat ruhnya saat ia mati suri. Dalam kesaksiaannya ia senantiasa mengajak hadirin yang datang pada pertemuan alumni ESQ itu untuk bertaubat dan beramal shaleh serta tidak melanggar aturan Allah. Setelah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">kesaksian Aslina, instruktur Pelatihan ESQ Legisan Sugimin yang telah mendapat lisensi dari Ary Ginanjar (pengarang buku sekaligus penemu metode Pelatihan ESQ) menjelaskan bahwa fenomena mati suri dan apa yang disaksikan oleh orang yang mati suri pernah diteliti ilmuan Barat. Legisan mengemukakan pula, mungkin di antara alumni ESQ yang hadir pada Ahad (24/9) malam itu ada yang tidak percaya atau ragu terhadap kesaksian Aslina. Tapi yang jelas, lanjutnya, rata-rata orang yang mati suri merasakan dan melihat <span> </span>hal yang hampir sama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8221;Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yang ditunjukkan Allah kepada kita semua, &#8221; ujarnya.Legisan menjelaskan penelitian oleh Dr Raymond A Moody Jr tentang mati suri. Raymond mengemukakan orang mati suri itu dibawa masuk ke lorong waktu, di sana ia melihat rekaman seluruh apa yang telah ia lakukan selama hidupnya. Dan diakhir pengakuan orang mati suri itu berkata: &#8221;Dan aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang berteriak ingin dikembalikan ke dunia dan ingin beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan &#8221;aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya,&#8221; Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Mu&#8217;muninun (23) ayat 99-100: <span> </span>Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata:&#8221;Ya, Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia).&#8221;(99) . Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. (100).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebagai penguat dalil agar manusia bertaubat, dikutipkan juga Quran Surat Az-Zumar ayat 39: &#8221;Dan kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Usai pertemuan alumni itu, Aslina meminta nasehat dari Legisan. Intruktur ESQ itu menyarankan agar Aslina senatiasa berdakwah dan menyampaikan kesaksiaannya saat mati suri kepada masyarakat agar mereka bertaubat dan senantiasa mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Setelah acara, banyak di antara alumni yang bersimpati dan ingin membantu pengobatan sakit gondoknya. Para hadirinpun menyempat diri untuk berfoto bersama Aslina.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran dari kesaksiaan tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Nb : Bagikan cerita ini kepada semua orang, agar mereka mendapat hikmahnya dari cerita ini. Ternyata hidup ini hanya sementara, dan hanya amal serta hati yang bersih yang menuntun kita menuju jalan kehadapan Illahi.</p>
<p><tt></tt></p>
<p>Sumber: <em>milis (tanpa saya edit sedikitpun, kecuali penambahan pada kalimat pembuka yang bercetak miring)</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menujukematian.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menujukematian.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menujukematian.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menujukematian.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menujukematian.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menujukematian.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menujukematian.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menujukematian.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menujukematian.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menujukematian.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menujukematian.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menujukematian.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menujukematian.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menujukematian.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menujukematian.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menujukematian.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menujukematian.wordpress.com&amp;blog=2932666&amp;post=12&amp;subd=menujukematian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menujukematian.wordpress.com/2008/05/26/mati-suri-near-death-experience-untuk-mengingatkan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23634eb32c716e9869cc41caabd59523?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">menujukematian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Stay Hungry, Stay Foolish.</title>
		<link>http://menujukematian.wordpress.com/2008/05/09/stay-hungry-stay-foolish/</link>
		<comments>http://menujukematian.wordpress.com/2008/05/09/stay-hungry-stay-foolish/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 06:30:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>menujukematian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sumber luar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menujukematian.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: &#8220;Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.&#8221; Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: &#8220;Bila ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menujukematian.wordpress.com&amp;blog=2932666&amp;post=11&amp;subd=menujukematian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em> Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: &#8220;Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.&#8221; Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: &#8220;Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?&#8221; Bila jawabannya selalu &#8220;tidak&#8221; dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya<br />
harus berubah.</em></strong></p>
<p><em>Naskah pidato <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 50%;cursor:pointer;">Steve Jobs</span>, CEO <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Apple Computer</span> dan Studio Animasi Pixar, dalam acara pelepasan mahasiswa <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Stanford</span>, 12 Juni 2005.</em></p>
<p>Saya diberi kehormatan untuk bersama kalian di hari pertama di salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah lulus kuliah. Bahkan sesungguhnya inilah saat terdekat saya terlibat dalam upacara wisuda. Hari ini saya ingin berbagi tiga cerita dalam kehidupan saya. Hanya itu, tidak lebih. Hanya tiga cerita.</p>
<p>Cerita pertama adalah mengenai <strong>Rangkaian Titik-titik</strong>.</p>
<p>Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena &#8220;kecelakaan&#8221; dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus<br />
diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya.<br />
Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: &#8220;kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab: &#8220;Tentu saja.&#8221;</p>
<p>Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.</p>
<p>Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.</p>
<p>Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos<br />
sehingga menumpang tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Coca-Cola</span> agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu<br />
malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya<br />
beri Anda satu contoh: Reed   College  mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya.<br />
Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi<br />
antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.</p>
<p>Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Macintosh</span> yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows<br />
menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin<br />
merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.</p>
<p>*Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang*. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau apapun istilah lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan<br />
saya.</p>
<p>Cerita Kedua saya adalah mengenai <strong>Cinta dan Kehilangan</strong>.</p>
<p>Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Apple</span> di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Apple</span> berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami -<span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Macintosh</span>- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.<br />
Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Apple</span>, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya.<br />
Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.</p>
<p>Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya, saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">David Packard</span> dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya.<br />
Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Silicon Valley</span> . Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali, saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Apple</span> sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal.</p>
<p>Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Apple</span> adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.</p>
<p>Dalam <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">lima</span> tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Toy Story</span>, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Apple</span> membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Apple</span>, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Apple</span>. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa.</p>
<p>Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Apple</span>. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. *Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan<br />
kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. *Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan<br />
hubungan hebat lainnya, semakin lama- semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.</p>
<p>Cerita Ketiga adalah mengenai <strong>Kematian</strong></p>
<p>Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: &#8220;Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.&#8221; Ungkapan itu membekas<br />
dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: &#8220;Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?&#8221; Bila jawabannya selalu &#8220;tidak&#8221; dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.</p>
<p>Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut, malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.</p>
<p>Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas.<br />
Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala<br />
sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal.</p>
<p>Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana , mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang.</p>
<p>Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi. Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna:</p>
<p>Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus<br />
demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.</p>
<p>Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang<br />
menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua<br />
hal lainnya hanya nomor dua.</p>
<p>Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama &#8220;The Whole Earth Catalog&#8221;, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang<br />
tinggal tidak jauh dari sini di Menlo   Park , dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat<br />
dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Google</span> dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran <span class="yshortcuts" style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Google</span>: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan<br />
timnya sempat menerbitkan beberapa edisi &#8220;The Whole Earth Catalog&#8221;, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir.<br />
Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: &#8220;*Stay Hungry. Stay Foolish.*&#8221; (Tetaplah Lapar. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya<br />
begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu.</p>
<p>Stay Hungry. Stay Foolish.<br />
Terima kasih semuanya.</p>
<p><em>Sumber: [LRCI_milis] Motivasi dari Steve Jobs (CEO Apple Computer)</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menujukematian.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menujukematian.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menujukematian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menujukematian.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menujukematian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menujukematian.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menujukematian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menujukematian.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menujukematian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menujukematian.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menujukematian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menujukematian.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menujukematian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menujukematian.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menujukematian.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menujukematian.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menujukematian.wordpress.com&amp;blog=2932666&amp;post=11&amp;subd=menujukematian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menujukematian.wordpress.com/2008/05/09/stay-hungry-stay-foolish/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23634eb32c716e9869cc41caabd59523?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">menujukematian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Koruptor Lupa Dosanya Abadi</title>
		<link>http://menujukematian.wordpress.com/2008/04/09/koruptor-lupa-dosanya-abadi/</link>
		<comments>http://menujukematian.wordpress.com/2008/04/09/koruptor-lupa-dosanya-abadi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 08:55:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>menujukematian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menujukematian.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak habis pikir dengan tingkah pola para koruptor yang terlihat rajin beribadah dan terkesan saleh. Memang, kesalehan yang sebenarnya hanya bisa dinilai oleh Allah. Namun sehari-hari pun kita bisa merasakannya jika bergaul dengan orang-orang jenis ini. Tak jarang simbol-simbol agama menghiasi rumah, kantor, kendaraannya. Kita juga bisa lihat caranya bergaul dengan tetangga, menerima tamu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menujukematian.wordpress.com&amp;blog=2932666&amp;post=10&amp;subd=menujukematian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tidak habis pikir dengan tingkah pola para koruptor yang terlihat rajin beribadah dan terkesan saleh. Memang, kesalehan yang sebenarnya hanya bisa dinilai oleh Allah. Namun sehari-hari pun kita bisa merasakannya jika bergaul dengan orang-orang jenis ini. Tak jarang simbol-simbol agama menghiasi rumah, kantor, kendaraannya. Kita juga bisa lihat caranya bergaul dengan tetangga, menerima tamu, dan sebagainya.</p>
<p>Kasus penangkapan anggota DPR Al Amin Nasution salah satunya pada Rabu (9/4)ini, contohnya. Laporan detik.com menyebutkan, pintu ruangan politisi PPP ini bertuliskan &#8220;Ucapkan salam Assalamu alaikum sebelum masuk. &#8220;</p>
<p>Jika Anda menganggap &#8220;ya&#8230; itu kan cuma tampilan luar,&#8221; mungkin ada benarnya. Tapi tidak sedikit tokoh maupun orang biasa yang cukup taat beragama (baca: menjalankan ritual dan baik pada orang-orang di sekitarnya), namun juga korupsi. Contoh semacam ini mudah ditemukan di lingkungan kita. Pasti Anda juga mudah menemukannya di sekitar Anda.</p>
<p>Oleh karena itu, saya selalu bertanya-tanya, bagaimana bisa seseorang yang sedemikian taat pada Allah (taat beribadah dan sebagainya) ternyata juga tetap korupsi?</p>
<p>Jawabannya kemudian saya buat sendiri. Ada beberapa pola cara berpikir para koruptor &#8220;saleh&#8221; ini:</p>
<p>1. Jika bukan saya, orang lain pasti melakukannya. Mereka hanya berpikir, jika tidak kumanfaatkan &#8220;peluang&#8221; ini, maka orang lain yang akan mengambilnya. Sama saja toh, negara yang dirugikan.</p>
<p>2. Lupa bahwa uang negara adalah uang rakyat. Tidak ingat bahwa dengan korupsi kekayaan negara mereka telah mencuri uang seluruh rakyat Indonesia. Bagaimana dia bisa meminta maaf pada seluruh rakyat Indonesia? Padahal maaf Allah juga tergantung pada maaf orang-orang yang menjadi korbannya. Maling ayam tetangga ataupun koruptor di sebuah perusahaan swasta lebih mudah proses permintaan maafnya karena yang dirugikan lebih sedikit.</p>
<p>3. Para koruptor uang negara menganggap tidak terlalu merasa berdosa karena banyak orang yang berbuat serupa. Mereka merasa tidak secara langsung mencuri uang dari tetangga atau orang-orang lainnya.</p>
<p>4. Dosa jangka pendek. Korupsi uang negara berarti mencuri uang rakyat. Bayangkan seandainya uang itu mengalir kepada yang memerlukan. Mungkin sudah bisa untuk merintis usaha, membayar biaya pendidikan, ata membantu lembaga sosial lainnya. Dengan dikorupsinya sejumlah tertentu dana negara, berarti pelaku menghilangkan kemungkinan masa depan yang lebih baik pada anak dan cucu bangsa. Dosa mereka tak hanya berlangsung hingga saat ini, namun hingga dia meninggal, dosa itu akan tetap lestari.</p>
<p>5. Aku tidak mencuri uang negara, tapi menerima uang dari pengusaha. Pada kasus Al Amin yang tertangkap tangan menerima suap atau kasus-kasus sejenis untuk memuluskan sebuah proyek yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah demi kebaikan pubik, tentu tak berbeda. Mereka mengabaikan kepentingan orang banyak dan perihak pada segelintir orang pemilik modal dan pemegang kekuasaan. Dosa mereka tak akan diampuni tanpa kerelaan orang-orang yang dirugikan saat ini maupun anak cucu bangsa pada masa mendatang.</p>
<p>Na&#8217;udzubillahi min dzalik. Semoga saya dan Anda semua pembaca tulisan ini serta anggota keluarga kita terhindar dari hal-hal semacam ini.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menujukematian.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menujukematian.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menujukematian.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menujukematian.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menujukematian.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menujukematian.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menujukematian.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menujukematian.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menujukematian.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menujukematian.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menujukematian.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menujukematian.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menujukematian.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menujukematian.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menujukematian.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menujukematian.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menujukematian.wordpress.com&amp;blog=2932666&amp;post=10&amp;subd=menujukematian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menujukematian.wordpress.com/2008/04/09/koruptor-lupa-dosanya-abadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23634eb32c716e9869cc41caabd59523?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">menujukematian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asuransi vs Sedekah</title>
		<link>http://menujukematian.wordpress.com/2008/04/02/asuransi-vs-sedekah/</link>
		<comments>http://menujukematian.wordpress.com/2008/04/02/asuransi-vs-sedekah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 09:22:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>menujukematian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menujukematian.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Kamis lalu saya menolak rayuan seorang agen asuransi kecelakaan. Sudah dua kali dia menghubungi saya, katanya mendapatkan alamat dan telepon dari data kartu kredit saya. Menarik juga tawarannya, hanya dengan premi Rp 47-an ribu, biaya yang timbul dari perawatan akibat kecelakaan akan dicover. Termasuk bila terjadi kecelakaan di rumah. Bila nasabah meninggal, ahli waris akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menujukematian.wordpress.com&amp;blog=2932666&amp;post=8&amp;subd=menujukematian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamis lalu saya menolak rayuan seorang agen asuransi kecelakaan. Sudah dua kali dia menghubungi saya, katanya mendapatkan alamat dan telepon dari data kartu kredit saya.</p>
<p>Menarik juga tawarannya, hanya dengan premi Rp 47-an ribu, biaya yang timbul dari perawatan akibat kecelakaan akan di<i>cover</i>. Termasuk bila terjadi kecelakaan di rumah. Bila nasabah meninggal, ahli waris akan mendapatkan ratusan juta rupiah. Rp 47 ribu dalam sebulan kan kira-kira sama dengan Rp 1500-an rupiah per hari. Sebuah jumlah yang sangat kecil bila dibandingkan dengan pengeluaran sehari-hari, bahkan hanya setara dengan biaya sekali parkir sepeda motor.</p>
<p>Mengapa saya menolaknya? Bukankah mestinya saya akan merasa lebih tenang dengan adanya jaminan ini. Apalagi anak dan istri saya akan mendapatkan sekian ratus juta rupiah seandainya saya meninggal karena kecelakaan. Tentu uang sebesar itu bisa memenuhi kebutuhan saat sewaktu-waktu saya meninggalkan mereka. Bukankah ini juga bisa dimasukkan dalam konteks mempersiapkan kematian?</p>
<p>Saya sempat berdebat kecil dengan si agen yang tetap berusaha meyakinkan saya setelah saya hampir mengiyakan tawarannya. Saya hampir lupa bahwa saya memang tidak berniat menerimanya. Inilah beberapa alasan saya:</p>
<p>1. Bahwa Allah berjanji mencukupi kebutuhan semua umatnya termasuk serangga yang paling sederhana. Apalagi untuk manusia, termasuk anak, istri, dan saya.<br />
2. Menerima asuransi jenis ini berarti saya sudah menanamkan benih prasangka buruk bahwa Allah akan menimpakan musibah kepada saya, berupa kecelakaan kecil atau besar. Bukankah Allah memperturutkan apa yang disangkakan hambaNya?<br />
3. Uang Rp 47 ribu akan benar-benar menjadi milik saya jika saya jadikan sebagai sedekah bahkan menjadi amal jariah bila diinfakkan ke berbagai lembaga sosial.<br />
4. Sudah dijanjikan pula bahwa sedekah menjauhkan kita dari musibah.</p>
<p>Poin tiga dan empat tentu lebih menarik dibandingkan berapa pun jumlah yang bisa kita terima dari pihak asuransi.</p>
<p>Maafkan saya, para pelaku bisnis asuransi. Bukan saya menolak semua jenis asuransi. Beberapa jenis asuransi mungkin masih bisa saya terima, misalnya tabungan pendidikan yang mendapatkan jaminan asuransi. Karena pendidikan anak itu sesuatu yang bisa dan harus kita rencanakan. Kita mesti mempersiapkan tabungan dan jaminan untuk pendidikan mereka.</p>
<p>Mari memperbaiki kualitas iman kepada Allah dan selalu berprasangka baik kepadaNya. Semoga Allah senantiasa memberikan pencerahan dan kekuatan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menujukematian.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menujukematian.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menujukematian.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menujukematian.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menujukematian.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menujukematian.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menujukematian.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menujukematian.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menujukematian.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menujukematian.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menujukematian.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menujukematian.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menujukematian.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menujukematian.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menujukematian.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menujukematian.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menujukematian.wordpress.com&amp;blog=2932666&amp;post=8&amp;subd=menujukematian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menujukematian.wordpress.com/2008/04/02/asuransi-vs-sedekah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23634eb32c716e9869cc41caabd59523?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">menujukematian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jadikan Kematian Sebagai Sebagai Hal Yang Paling Ditunggu</title>
		<link>http://menujukematian.wordpress.com/2008/02/22/jadikan-kematian-sebagai-sebagai-hal-yang-paling-ditunggu/</link>
		<comments>http://menujukematian.wordpress.com/2008/02/22/jadikan-kematian-sebagai-sebagai-hal-yang-paling-ditunggu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 07:02:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>menujukematian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menujukematian.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Alangkah indahnya bila kematian berlangsung secara damai dan penuh kerelaan. Banyak orang takut pada datangnya kematian. Kematian dianggap sebagai akhir dari hubungan dengan orang-orang yang disayangi, harta benda yang disenangi, termasuk nama baik dan reputasi yang sudah dibangun selama ini. Bagaimana bila kita melihat kematian dengan cara sebaliknya? Kematian merupakan gerbang menuju kehidupan yang sesungguhnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menujukematian.wordpress.com&amp;blog=2932666&amp;post=7&amp;subd=menujukematian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Alangkah indahnya bila kematian berlangsung secara damai dan penuh kerelaan.</em></strong></p>
<p>Banyak orang takut pada datangnya kematian. Kematian dianggap sebagai akhir dari hubungan dengan orang-orang yang disayangi, harta benda yang disenangi, termasuk nama baik dan reputasi yang sudah dibangun selama ini.</p>
<p>Bagaimana bila kita melihat kematian dengan cara sebaliknya? Kematian merupakan gerbang menuju kehidupan yang sesungguhnya.</p>
<p>Saat kita dilahirkan, kita melewati gerbang menuju kehidupan sementara. Dalam kehidupan sementara ini, berbagai hal kita alami. Kegembiraan dan kedukaan, kebahagiaan dan kesedihan, naik dan turun, tinggi dan rendah, hitam dan putih (tentu juga abu-abu dan warna antara lainnya), baik dan buruk, serta yang seanalog dengannya.</p>
<p>Gerbang kematian mengantarkan kita ke kehidupan berikutnya. Banyak yang berubah, sebagaimana sebelum dan sesudah kita dilahirkan. Tubuh kita tak lagi bersama kita, apa lagi hal-hal lain di sekitar yang selama ini menemani kehidupan sementara. Namun secara esensi, kita hanya berpindah alam. Orang-orang di sekeliling kita akan juga turut berpindah alam suatu saat nanti. Jadi sebenarnya tak ada yang perlu ditangisi. Apalagi kematian merupakan sesuatu yang paling pasti.</p>
<p>Kalau cara pandang seperti ini sudah dimiliki, tinggal bagaimana kita bisa mati secara damai dan rela hati. Salah satunya cara agar tujuan itu tercapai adalah dengan persiapan sebaik-baiknya. Salah satu caranya adalah dengan menjadikan kematian semacam itu sebagai tujuan hidup. Semacam visi dalam sebuah organisasi. Misi organisasi, budaya perusahaan, peraturan sehari-hari, dan semua yang dilakukan perusahaan dan karyawan ditujukan untuk menuju visi yang telah ditetapkan.</p>
<p>Begitu juga dengan kematian. Semua yang kita lakukan adalah dalam rangka menuju &#8220;visi&#8221; ini. Bekerja, bergaul dengan sesama, menafkahi dan mendidik keluarga, memelihara lingkungan, dan semuanya hanya dilakukan untuk mencapai kematian yang penuh kerelaan dan kedamaian.</p>
<p>Bila semua yang kita usahakan sudah optimal, semestinya hasilnya kita serahkan pada mekanisme alam dan takdir Tuhan. Bila sudah demikian, tentu ketika saat itu datang kita tak lagi memiliki beban. Kita rela melepas semua kesenangan maupun beban yang terpikul di pundak kita. Dan kematian akan kita terima dengan baik-baik, kapan dan dimanapun dia mendatangi kita. InsyaAllah.  </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menujukematian.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menujukematian.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menujukematian.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menujukematian.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menujukematian.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menujukematian.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menujukematian.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menujukematian.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menujukematian.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menujukematian.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menujukematian.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menujukematian.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menujukematian.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menujukematian.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menujukematian.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menujukematian.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menujukematian.wordpress.com&amp;blog=2932666&amp;post=7&amp;subd=menujukematian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menujukematian.wordpress.com/2008/02/22/jadikan-kematian-sebagai-sebagai-hal-yang-paling-ditunggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23634eb32c716e9869cc41caabd59523?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">menujukematian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mempersiapkan Kematian</title>
		<link>http://menujukematian.wordpress.com/2008/02/21/mempersiapkan-kematian/</link>
		<comments>http://menujukematian.wordpress.com/2008/02/21/mempersiapkan-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 07:44:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>menujukematian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menujukematian.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya tak ada yang lebih pasti datangnya, selain kematian. Waktu kecil, aku selalu berpikir bahwa saya berbeda dari orang-orang lain. Orang lain boleh meninggal, namun bukan diriku atau orang-orang dekatku. Karena orang lain hanya pelengkap, aku (dan) keluargakulah orang yang dipilih Tuhan untuk tetap hidup. Aku dengar dan lihat tetangga yang sudah tua meninggal. Neneknya si A [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menujukematian.wordpress.com&amp;blog=2932666&amp;post=6&amp;subd=menujukematian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Sesungguhnya tak ada yang lebih pasti datangnya, selain kematian.</em></strong></p>
<p>Waktu kecil, aku selalu berpikir bahwa saya berbeda dari orang-orang lain. Orang lain boleh meninggal, namun bukan diriku atau orang-orang dekatku. Karena orang lain hanya pelengkap, aku (dan) keluargakulah orang yang dipilih Tuhan untuk tetap hidup.</p>
<p>Aku dengar dan lihat tetangga yang sudah tua meninggal. Neneknya si A sakit terus meninggal. Ibuku, sebagaimana kerabat dan warga kampung lain selalu datang melayat namun tak pernah sekalipun mengijinkan aku untuk ikut.<br />
Sampai ketika aku sudah cukup dewasa untuk menyadari, aku tiada berbeda dengan orang lain. Kakek meninggal. Nenek menyusul beberapa tahun kemudian. Setahun setelah itu, ayah menghadap yang kuasa setelah beberapa lama menderita sakit.</p>
<p>Kini, ibuku sudah semakin tua. Dua kakak perempuan juga semakin tua. Aku sendiri, tidak lepas dari penyakit yang tentu saja menuntutku untuk berpola hidup sehat bila ingin menikmati hidup dengan lebih nyaman.</p>
<p>Kini, tak ada lagi keraguan. Tinggal persoalan waktu dan cara. Kematian, sesuatu yang paling pasti datangnya, siap atau tidak siap kita menyambutnya.</p>
<p>Untuk banyak hal, kita selalu berusaha sebisa mungkin membuat persiapan terbaik. Bahan-bahan untuk persiap meeting, bertemu klien dan sebagainya. Persiapan uang dan peralatan untuk liburan bulan depan, dan lain sebagainya. Hanya saja, apa saja yang kita lakukan tidak banyak berguna apabila rencana-rencana itu gagal di tengah jalan. Ada saja hal-hal yang bisa membatalkan rencana kita, sesiap dan sebagus apapun rencana dibuat.</p>
<p>Namun kematian, siapa bisa membatalkannya atau setidaknya menunda kedatangannya? Sebagai satu-satunya yag paling pasti, sudahkah kita mempersiapkan dengan sebaik-baiknya? Alangkah indahnya bila saat itu datang, kita dalam keadaan siap dan rela.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menujukematian.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menujukematian.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menujukematian.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menujukematian.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menujukematian.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menujukematian.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menujukematian.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menujukematian.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menujukematian.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menujukematian.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menujukematian.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menujukematian.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menujukematian.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menujukematian.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menujukematian.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menujukematian.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menujukematian.wordpress.com&amp;blog=2932666&amp;post=6&amp;subd=menujukematian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menujukematian.wordpress.com/2008/02/21/mempersiapkan-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23634eb32c716e9869cc41caabd59523?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">menujukematian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Caci Maki, Hukum Kekekalan Energi, dan Bencana Tiada Henti</title>
		<link>http://menujukematian.wordpress.com/2008/02/21/caci-maki-hukum-kekekalan-energi-dan-bencana-tiada-henti/</link>
		<comments>http://menujukematian.wordpress.com/2008/02/21/caci-maki-hukum-kekekalan-energi-dan-bencana-tiada-henti/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 07:28:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>menujukematian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menujukematian.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda menghitung berapa jumlah cacian, sumpah serapah, makian, hujatan, dan yang sejenisnya dalam satu kali perjalanan Anda pergi atau pulang kantor. Kalau belum pernah, cobalah sesekali menghitungnya. Mulai dari yang Anda lakukan sendiri, sopir/kondektur bus kota maupun penumpangnya, pengendara mobil/motor di sebelah Anda. Kalau Anda kebetulan hari itu tak menemukan perilaku kasar yang bersifat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menujukematian.wordpress.com&amp;blog=2932666&amp;post=5&amp;subd=menujukematian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Pernahkah Anda menghitung berapa jumlah cacian, sumpah serapah, makian, hujatan, dan yang sejenisnya dalam satu kali perjalanan Anda pergi atau pulang kantor. Kalau belum pernah, cobalah sesekali menghitungnya. Mulai dari yang Anda lakukan sendiri, sopir/kondektur bus kota maupun penumpangnya, pengendara mobil/motor di sebelah Anda. </em></strong></p>
<p>Kalau Anda kebetulan hari itu tak menemukan perilaku kasar yang bersifat verbal, hampir bisa dipastikan Anda melihat sikap dan perilaku kasar dalam bentuk lain. Misalnya bunyi klakson ketidaksabaran, geberan gas meraung-raung, atau gaya berkendara yang mewakili perilaku kasar.</p>
<p>Bila Anda pada hari itu Anda tak mendapati keduanya, maka Anda termasuk yang beruntung. Namun bisa dipastikan bentuk makian dan cacian itu tetap terjadi, meski di dalam hati. Bila tidak percaya, tanyakan pada diri sendiri. Sudah cukup baik bila Anda segera menyadarinya dan memaafkan orang lain yang membuat Anda memaki dalam hati.</p>
<p>Jika bukan orang yang harus melakukan perjalanan rutin harian, Anda juga tak akan mengalami kesulitan mengumpulkan data cacian dan sumpah serapah. Di pasar, di warung sebelah, pada acara kumpul-kumpul warga RT, arisan, dan lain-lain. Juga saat-saat malam menjelang tidur atau menidurkan anak-anak kita.</p>
<p>Ingatkah Anda bahwa energi dalam segala bentuknya akan tetap kekal, sebagaimana dikemukakan oleh Newton. Energi tak akan pernah hilang atau musnah. Yang terjadi hanya berubah bentuk.</p>
<p>Begitu pula energi yang berbentuk makian, sakit hati, kemarahan, dan sebagainya. Semua energi negatif ini akan tetap abadi, bahkan mungkin suatu saat berubah menjadi energi negatif yang oleh alam dikembalikan kepada manusia? Bagaimana bila energi negatif berupa sumpah serapah, kemarahan, dan sakit hati bergabung menjadi satu dan menjadi bencana?</p>
<p>Maka, bersiap-siaplah kita untuk terus menerus menerima bencana yang tak kunjung berhenti. </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menujukematian.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menujukematian.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menujukematian.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menujukematian.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menujukematian.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menujukematian.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menujukematian.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menujukematian.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menujukematian.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menujukematian.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menujukematian.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menujukematian.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menujukematian.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menujukematian.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menujukematian.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menujukematian.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menujukematian.wordpress.com&amp;blog=2932666&amp;post=5&amp;subd=menujukematian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menujukematian.wordpress.com/2008/02/21/caci-maki-hukum-kekekalan-energi-dan-bencana-tiada-henti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23634eb32c716e9869cc41caabd59523?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">menujukematian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersyukur</title>
		<link>http://menujukematian.wordpress.com/2008/02/21/bersyukur/</link>
		<comments>http://menujukematian.wordpress.com/2008/02/21/bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 06:55:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>menujukematian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bersyukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menujukematian.wordpress.com/2008/02/21/bersyukur/</guid>
		<description><![CDATA[Bersyukur bukan berarti puas dengan apa yang sudah kita peroleh. Mensyukuri nikmat justru menambah semangat untuk mengotimalkan semua potensi yang telah dianugerahkan pada kita.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menujukematian.wordpress.com&amp;blog=2932666&amp;post=4&amp;subd=menujukematian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bersyukur bukan berarti puas dengan apa yang sudah kita peroleh. Mensyukuri nikmat justru menambah semangat untuk mengotimalkan semua potensi yang telah dianugerahkan pada kita.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menujukematian.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menujukematian.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menujukematian.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menujukematian.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menujukematian.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menujukematian.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menujukematian.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menujukematian.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menujukematian.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menujukematian.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menujukematian.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menujukematian.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menujukematian.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menujukematian.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menujukematian.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menujukematian.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menujukematian.wordpress.com&amp;blog=2932666&amp;post=4&amp;subd=menujukematian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menujukematian.wordpress.com/2008/02/21/bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23634eb32c716e9869cc41caabd59523?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">menujukematian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berapa Lama Lagi Saat Itu Datang?</title>
		<link>http://menujukematian.wordpress.com/2008/02/21/berapa-lama-lagi-saat-itu-datang/</link>
		<comments>http://menujukematian.wordpress.com/2008/02/21/berapa-lama-lagi-saat-itu-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 06:32:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>menujukematian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menujukematian.wordpress.com/2008/02/21/berapa-lama-lagi-saat-itu-datang/</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini usiaku 36 tahun lebih. Jika jatah umurku 70 tahun, berarti sudah separuh lebih perjalanan hidup kulewati. Kurang dari 34 tahun lagi, satu hal yang paling pasti terjadi di dunia ini, yaitu kematian, akan datang menjemput. Itu jika 70 tahun. Bagaimana bila 60, 50, 40, atau 37 tahun? Tentu semakin pendek hari-hari yang akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menujukematian.wordpress.com&amp;blog=2932666&amp;post=3&amp;subd=menujukematian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini usiaku 36 tahun lebih. Jika jatah umurku 70 tahun, berarti sudah separuh lebih perjalanan hidup kulewati. Kurang dari 34 tahun lagi, satu hal yang paling pasti terjadi di dunia ini, yaitu kematian, akan datang menjemput.</p>
<p>Itu jika 70 tahun. Bagaimana bila 60, 50, 40, atau 37 tahun? Tentu semakin pendek hari-hari yang akan ku tempuh. Rasanya tidak mungkin berharap memiliki jatah usia hingga 100 tahun. Banyak kekurangan secara fisik, yang mungkin justru membebani bila akhirnya sampai pada hitungan 100 tahun. Lagian, berapa sih rata-rata usia harapan hidup orang Indonesia?</p>
<p>Berharap senantiasa bisa melakukan perbaikan-perbaikan dalam menempuh hidup, blog ini saya tulis. Semoga bisa menjadi cermin diri bagi diri sendiri, syukur-syukur bisa menjadi pengingat bagi orang lain juga.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menujukematian.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menujukematian.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menujukematian.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menujukematian.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menujukematian.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menujukematian.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menujukematian.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menujukematian.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menujukematian.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menujukematian.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menujukematian.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menujukematian.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menujukematian.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menujukematian.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menujukematian.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menujukematian.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menujukematian.wordpress.com&amp;blog=2932666&amp;post=3&amp;subd=menujukematian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menujukematian.wordpress.com/2008/02/21/berapa-lama-lagi-saat-itu-datang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23634eb32c716e9869cc41caabd59523?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">menujukematian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://menujukematian.wordpress.com/2008/02/21/hello-world/</link>
		<comments>http://menujukematian.wordpress.com/2008/02/21/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 05:53:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>menujukematian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menujukematian.wordpress.com&amp;blog=2932666&amp;post=1&amp;subd=menujukematian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/menujukematian.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/menujukematian.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menujukematian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menujukematian.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menujukematian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menujukematian.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menujukematian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menujukematian.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menujukematian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menujukematian.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menujukematian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menujukematian.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menujukematian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menujukematian.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menujukematian.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menujukematian.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menujukematian.wordpress.com&amp;blog=2932666&amp;post=1&amp;subd=menujukematian&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menujukematian.wordpress.com/2008/02/21/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/23634eb32c716e9869cc41caabd59523?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">menujukematian</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
