Pernahkah Anda menghitung berapa jumlah cacian, sumpah serapah, makian, hujatan, dan yang sejenisnya dalam satu kali perjalanan Anda pergi atau pulang kantor. Kalau belum pernah, cobalah sesekali menghitungnya. Mulai dari yang Anda lakukan sendiri, sopir/kondektur bus kota maupun penumpangnya, pengendara mobil/motor di sebelah Anda.
Kalau Anda kebetulan hari itu tak menemukan perilaku kasar yang bersifat verbal, hampir bisa dipastikan Anda melihat sikap dan perilaku kasar dalam bentuk lain. Misalnya bunyi klakson ketidaksabaran, geberan gas meraung-raung, atau gaya berkendara yang mewakili perilaku kasar.
Bila Anda pada hari itu Anda tak mendapati keduanya, maka Anda termasuk yang beruntung. Namun bisa dipastikan bentuk makian dan cacian itu tetap terjadi, meski di dalam hati. Bila tidak percaya, tanyakan pada diri sendiri. Sudah cukup baik bila Anda segera menyadarinya dan memaafkan orang lain yang membuat Anda memaki dalam hati.
Jika bukan orang yang harus melakukan perjalanan rutin harian, Anda juga tak akan mengalami kesulitan mengumpulkan data cacian dan sumpah serapah. Di pasar, di warung sebelah, pada acara kumpul-kumpul warga RT, arisan, dan lain-lain. Juga saat-saat malam menjelang tidur atau menidurkan anak-anak kita.
Ingatkah Anda bahwa energi dalam segala bentuknya akan tetap kekal, sebagaimana dikemukakan oleh Newton. Energi tak akan pernah hilang atau musnah. Yang terjadi hanya berubah bentuk.
Begitu pula energi yang berbentuk makian, sakit hati, kemarahan, dan sebagainya. Semua energi negatif ini akan tetap abadi, bahkan mungkin suatu saat berubah menjadi energi negatif yang oleh alam dikembalikan kepada manusia? Bagaimana bila energi negatif berupa sumpah serapah, kemarahan, dan sakit hati bergabung menjadi satu dan menjadi bencana?
Maka, bersiap-siaplah kita untuk terus menerus menerima bencana yang tak kunjung berhenti.
Maret 6, 2008 pukul 8:47 am
Yah betul. Mirip dengan saya. Kalo saya menyebutnya sebagai Hukum Kekekalan Emosi. Emosi datang dari Alam Ghaib. Menjalar di dunia. Kemudian kembali ke Alam Ghaib. Dalam menjalarkan emosi ini, ada 4 tipe manusia.
Pertama, radio-aktif, yaitu orang yang sangat mudah menimbulkan emosi. Contoh : usil, iseng, sirik
Kedua, konduktor, yaitu orang yang sangat mudah menyalurkan emosi ke orang lain.
Contoh : ngember
Ketiga, semi-konduktor, agak mudah.
Contoh : cuek
Keempat, isolator, emosi mental dengannya
Contoh : langsung tidak terima, langsung tertawa
Kelima, timbal yaitu orang yang menyerap banyak emosi.
Contoh : sabar.
Orang sabar inilah yang dapat mengembalikan emosi ke alam Ghaib.
Mudah-mudahan kita selalu menjadi orang yang sabar. Amin.